Posts

Review Percy Jackson and The Last Olympian oleh Rick Riordan

Review Percy Jackson and The Last Olympian oleh Rick Riordan Bercerita tentang pertempuran terakhir para pejuang Olympus, masa lalu Luke yang kelam, dan rencana rahasia Percy dan Nico. Percy dan kawan-kawannya berhasil menghentikan penyerangan Kronos dan tentaranya. Kini saatnya mereka melindungi Olympus, tempat dimana singgasana para dewa dan dewi berada. Saya menyarankan anda membacanya karena bahasa yang digunakan sangat kasual dan kadang menggelitik tawa sehingga mudah dimengerti dan menyenangkan. Terkadang juga terdapat bagian yang menyeramkan sehingga anda ingin melanjutkannya. Karekter favorit saya ialah Hestia, seorang dewi, karena ia bisa menenangkan Nyonya O’Leary. Seseorang yang bisa menenangkan Nyonya O’Leary merupakan orang yang ramah, baik, juga dapat menenangkan “medan pertempuran.” Saya menilai buku ini sembilan koma lima dari sepuluh. Saya menilai sebesar ini karena perkembangan cerita dari buku pertama memberikan kesan lebih hingga buku keempat ini.

review percy jackson - pertempuran labirin

Review Percy Jackson & the Olympians - 4 - Pertempuran Labirin Buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca, namun akan lebih mengerti bila membaca dari seri pertama: "the lightning thief." Bercerita tentang tiga orang yang masuk labirin kuno. Mereka berusaha menemukan ruang tengah labirin dimana Daedalus bekerja dan bertanya kepadanya cara mengarahkan mereka dalam labirin. Hal ini mereka lakukan demi menghentikan kronos dan tentaranya dari menemukan benang Ariadne, sehingga mereka tidak dapat keluar dari labirin dan menghancurkan perkemahan serta Olympus. Saya menyarankan anda membacanya karena bahasa yang digunakan sangat kasual dan kadang menggelitik tawa sehingga mudah dimengerti dan menyenangkan. Terkadang juga terdapat bagian yang menyeramkan sehingga anda ingin melanjutkannya. Karakter favorit saya ialah Grover, seorang satyr, karena ia sangat lucu. Ia memiliki mimpi, sama seperti satyr lainnya, menemukan dewa alam liar Pan yang dipercaya telah menin...